Cara Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Posted by rieb | Posted in | Posted on


Tidak ada benteng yang kokoh untuk menaan dan mengehentikan kerusakan zaman dengan aneka ragam kemaksiatan, kecuali hanya dengan membangun dan menumbuhkan keimanan dan ketakwaan. Maka saya mengajak pada para pembaca untuk melakukan usaha-usaha berikut ini :
  1. Memperbanyak ilmu yang bermanfaat (Al-Qur’an dan Al-Hadist)
Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan pemiliknya, semakin banyak ilmu yang di peroleh maka semakin kuat pula keimanan kita. Dengan memiliki dan menguasai ilmu kita dapat membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.
  1. Senang mendengarkan nasihat/khutbah
Keimanan seseorang terkadang di bawah, terkadang bertambah dan terkadang berkurang. Ibarat sebuah tanama, nasihat adalah pupuk dari bagi keimanan. Jika diberi pupuk terus menerus maka keimanan kita pun akan kuat.
  1. Bergaul dengan orang-orang yang sholih
Dalam mencari pergaulan atau mencari teman kita harus hati-hati dalam memilihnya. Bergaul dengan sapa saja itu baik tapi kita harus hati-hati dalam bergaul. Tingkah laku sesorang akan mengikuti tingkah laku teman dekatnya maka lihatlah yang akan menjadi teman dekat anda.
Perumpaan teman duduk (teman bergaul) yang sholih dan teman duduk(teman bergaul) yang jelek sebagaimana gambaran orang yang menjual minyak wangi dan perapian pandai besi, tidak melewati padamu dari penjual minyak wangi, adakalanya kamu membelinya atau kamu menjumpai bau wanginya. Dan perapian pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau kamu menjumpai darinya bau yang tidak sedap. (Rawahu Bukhori)
 Maksud hadist diatas adalah teman bergaul digambarkan sebagaimana tukang minyak wangi dan pandai besi. Jika kita bergaul dengan tukang minyak wangi walaupun kita tidak membeli minyak wangi kita sudah dapat harumnya bahkan kita dapat mencoba menyemprotkan minyak wangi kita ke badan kita. Sedangkan jika kita bergaul dengan pandai besi kita akan terkena hawa panas kadang kala ada percikan api yang mengenai pakaian atau badan kita bahkan badan kita menjadi bau sangit.
  1. Ingat tentang  kematian
Ingatlah bahwa mati itu datangnya sewaktu-waktu, bias terjadi pada siapa pun dan kapan pun serta tidak pandang usia dan padang bulu. Gambarannya saja yang masih panas di kuping kita. Seperti Mbah Surip yang lagi melonjak-lonjaknya karir dia. Seperti pada kabarnya dia belum sempat menikmati hasil jerih payah dia. Tapi sudah dipanggil oleh Allah SWT. Jadi kita harus ingat bahwa mati itu datangnya sewaktu-waktu.
  1. Percaya adanya surga dan neraka
Dan ingatlah setelah mati ada perhitungan amal dan seterusnya, ada surga dan ada neraka. Surga di beri untuk orang-orang yang ahli ibadah dan jauh dari pelanggaran-pelanggaran. Dan neraka untuk orang-orang yang semasa hidupnya berlumuran dengan dosa-dosa. Maka bila akan mengerjakan kebaikan ingatlah di depan ada surga, ini akan menambah semangat, rasa berat tidak begitu terasa. Jika akan berbuat maksiat ingatlah pada neraka. Bayangkanlah siksaan-siksaan yang ada di dalam neraka.

Comments (0)

Posting Komentar

Isilah komentar dibawah ini sesuka anda asalkan jangan spam dan yang berbau SARA. Trims.,,