Psikolog Anak di Usianya

Posted by rieb | Posted in | Posted on

Masa Kanak-kanak Awal (3-6 tahun)
Ø      Perkembangan Fisik
                Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak berkembang sangat cepat pada usia-usia sangat bergantung dengan gizi yang diberikan. Salah satu perkembangan fisik yang paling penting dan berlangsung sangat cepat pada anak di usia ini adalah perkembangan otak dan system syaraf yang berkelanjutan. Ketika anak-anak usia 3 tahun, kapasitas otaknya adalah 75% otak orang dewasa. Pada usia 6 tahun, otaknya hampir sempurna seperti otak orang dewasa. Namun, selain gizi dari makanan maupun berupa pengenalan dan pembiasaan anak terhadap perilaku yang positif.
Ø      Perkembangan Kognitif / Proses Berpikir
Cara berpikir anak-anak di usia ini masih memusat kaku, menggunakan simbol-simbol dan mulai mampu mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada. Misalnya : Anak-anak mulai menyukai permaninan peran dengan objek yang tidak sebenarnya, seperti mengandaikan kursi sebagai kuda.
Selain itu, perkembangan bahasa mereka juga sudah terlihat, mereka memiliki keinginan yang kuat untuk berbicara, sebab berbicara merupakan sarana pokok sosialisasi dan untuk memperoleh kemandiriian. Maka, tugas para pendidik yaitu mengajarkan berbicara dan bertutur kata yang baik, tidak mencela, memaki atau meremehkan. Mereka juga dilatih untuk berani bertanya kepada orang lain yang lebih dewasa tentang apa yang mereka tidak ketahui, seperti masalah halal, haram dan sebagainya.
Ø      Perkemabangan Sosioemosional
Perkembangan sosial anak-anak akan terus meningkat sesuai dengan pertumbuhan usianya. Salah sataunya perkembangan sosial dengan teman sebaya mereka. Anak-anak akan merasa nyaman bermain dengan teman-teman yang rentang usianya tidak berbeda jauh dengannya. Kelompok teman sebaya memiliki fungsi dan memberikan manfaat terhadap perkembangan sosioemosional dari anak itu sendiri. Salah satu fngsinya yaitu menyediakan salah satu sumber informasi dan perbandingan tentang dunia di luar keluarga. Orang tua yang tidak membebaskan anak-anak mereka bermain di luar rumah, maka nantinya mereka tidak mampu melebur dengan teman-teman sebayanya dan akan menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari kenakalan remaja hingga depresi.
PERMAINAN
Sebagian besar interaksi teman sebaya selama masa anak-anak melibatkan permainan. Permainan adalah suatu kegiatan yang menyenangkan yang dilaksanakan untuk kepentingan itu sendiri. Fungsinya untuk meningkatkan hubungan pertemanan dengan teman sebaya, mengurangi tekanan, meningkatkan perkembangan kognitif(termasuk bahasa), meningkatkan daya jelajah mereka tentang sesuatu yang baru. Orang tua sebaiknya menerapkan prinsip belajar sambil bermain kepada anak-anak yang berada pada tahap perkembangan ini. Informasi dan pengetahuan yang diberikan kepada anak akan cepat meresap dan menjadi pengalaman yang akan terus diingat oleh anak ketika perasaan mereka senang bahkan jauh dari kecemasan atau ketakutan. Hal ini akan meningkatkan gairah belajar mereka.
Ø      Perkembangan Moral
Ini berkaitan dengan aturan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak dalam interaksinya dengan orang lain (dalam hal ini timbal balik antara anak – teman sebaya). Perkembangan moral seorang anak banyak dipengaruhi oleh lingkungannya, terutama dari orang tuanya. Dia belajar untuk mengenal nilai-nilai dan berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
Bebarapa sikap orang tua yang perlu diperhatikan sehubungan dengan perkembangan moral anak :
ü    Konsisten dalam Mendidik
Kedua orang tua harus memiliki kesamaan sikap dan perlakuan dalam membolehkan atau melarang tingkah laku tertentu terhadap anak dan harus sepanjang waktu. Contohnya : Seorang ayah tidak mengizinkan anaknya untuk makan permen saat tidur, tetapi anaknya merengek kencang. Lalu ibunya memberikan permen pada anaknya agar anaknya tidak merengek.
Dari contoh di atas menunjukkan sikap orang tua yang tidak konsisten dalam menerapkan aturan. Dampak yang akan muncul yaitu anak akan meremehkan aturan yang diterapkan oleh orang tuanya sendiri. Seharusnya, orang tua memiliki cara pandang yang sama (kompak) dalam menerapkan aturan, walaupun anak melakukan segala cara agar keinginannya terpenuhi.
ü    Sikap Orang Tua dalam Keluarga
Melalui proses meniru (imitasi) anak-anak belajar perilaku moral atau amoral dari orang tua. Baik sikap orang tua terhadap anak maupun sikap sesama orang tua. Sikap orang tua yang otoriter, cenderung melahirkan sikap disiplin semu pada anak. Perintah orang tua dipenuhi karena ada rasa takut, bukan karena kesadaran. Jika orang tua bersikap acuh tak acuh maka cenderung mengembangkan sikap kurang bertanggungjawab dan kurang memperdulikan norma anak. Sebaiknya orang tua memiliki sikap kasih sayang, dialogis dan konsisten.
ü    Penghayatan dan Pengamalan Agama
Orang tua adalah teladan bagi anak, termasuk dalam mengamalkan ajaran agama. Tugas orang tua yaitu mulai mengenalkan agama, memberi contoh dan lebih bersikap lembut tapi tegas pada anak karena hal ini berkaitan dengan penamalan agama.
Contohnya : Anak diajarkan konsep baik dan buruk, boleh dan tidak boleh (berkaitan dengan aturan agama), orang tua memberikan alasan mengapa harus membaca doa sebelum melakukan sesuatu dan sebagainya.

Masa Kanak-kanak Tengah-Akhir (7-13 tahun)
Ø      Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik anak-anak pada setiap tahapan perkembangannya terus bertambah mulai dari sistem rangka, otot dan berupa organ tubuh yang lainnya. Pada usia ini, anak-anak lebih aktif dalam melakukan kegiatan fisik. Di akhir masa anak-anak (sekitar umur 12-13 tahun) ada yang mulai menunjukkan gejala-gejala perubahan fisik yang berkatian dengan masuknya masa pubertas. Seperti tumbuhnya buah dada pada anak perempuan, dan pada anak laki-laki menunjukkan perubahan pada suara mereka.
Ø      Perkembangan Kognitif
Pada tahap perkembangan ini, anak-anak belum bisa berfikir yang tidak nyata/abstrak. Mereka akan cepat menyerap informasi dan pengetahuan jika diberikan contoh nyata yang bisa dilihat dan dirasakan oleh mereka. Sebaiknya pengajaran yang diberikan oleh orang tua atau pendidik diimbangi dengan praktek sehingga mudah dimengerti dan diserap oleh anak.
Ø      Perkembangan Sosioemosinal
Selama masa pertengahan hingga akhir, anak-anak meluangkan banyak waktunya dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Mereka juga telah memiliki sahabat yang dijadikan teman akrab untuk bercerita dan melakukan bersama-sama suatu kegiatan. Selainya itu, persahabatan dapat mendorong mereka untuk saling memberikan informasi, bantuan dan semangat. Akan tetapi, orang tua dan pendidik juga memberikan arahan agar anak memilih teman yang baik dan tidak mudah terpengaruh dengan teman-teman yang tidak baik.
Ø      Perkembangan Moral
Pada usia ini anak mulai menyesuaikan penilaian dan perilakunya dengan harapan keluarga dan orang disekitarnya, sehingga memenuhi harapan keluarga merupakan sesuatu yang berharga bagi anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menanamkan berbagai harapan tersebut, misalnya harapan untuk menjadi anak yang jujur, hormat pada orang tua dan sebagainya. Contohnya : Tidak mengambil barang orang lain termasuk barang orang tuanya sendiri tanpa izin, bersalaman bila bertemu dengan orang yang lebih tua.

Comments (0)

Posting Komentar

Isilah komentar dibawah ini sesuka anda asalkan jangan spam dan yang berbau SARA. Trims.,,